Jika Hendak Kawin Komodo Betina Butuh Pejantan Tangguh

- 17 Februari 2021, 12:26 WIB
Komodo sedang Kawin/Dok.Labuan Bajo Terkini
Komodo sedang Kawin/Dok.Labuan Bajo Terkini /Komodo sedang Kawin/Dok.Labuan Bajo Terkini


LABUAN BAJO TERKINI- Biawak Komodo atau Varanus Komodoensis adalah kadal raksasa yang hidup di Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Di TNK, keberadaan Komodo bisa ditemukan di lima (5) pulau seperti, Pulau Komodo, Rinca, Gili Motang, Nusa Kode, dan Pulau Padar.

Pada tahun 2020 lalu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, ada 3022 populasi Komodo hidup pada kawasan tersebut.

Baca Juga: Jaksa Periksa Mantan Bupati Manggarai Timur Terkait Dugaan Korupsi

Jumlah ini meningkat jika dibandingkan pada dua tahun sebelumnya atau 2018, saat itu tercatat hanya 2897 ekor.

Tradisi Bertarung Sebelum Kawin
Komodo punya kebiasaan unik yang sering menyedot perhatian wisatawan.

Kebiasaan ini adalah pertarungan sengit antara komodo jantan jelang musim kawin tiba.

Hal seperti ini bisasanya disaksikan dari bulan Mei sebelum musim kawin pada Juni hingga Agustus.

Tradisi unik ini terjadi karena Populasi Komodo Jantan yang jumlahnya jauh lebih besar daripada komodo betina.

Baca Juga: Pemprov NTT Usulkan Desa di Alor Jadi Desa Wisata Bahari

“Jumlah yang jantan lebih banyak daripada betina, mereka bertarung demi mendapatkan betina yang jumlahnya sedikit”,kata Rinus, seorang Naturalist Guide di Pulau Rinca.

Pertarungan sengit antar sesama komodo Jantan biasanya berlansung lama. Yang kalah akan lari dan yang menang akan mengawini betina yang diperebutkan.

Adu kejantanan itu menjadi potret menarik bagi wisatawan, dua ekor pejantan yang sedang bertarung biasanya dalam posisi berdiri.

Saat pertarungan berlansung, para wisatawan biasanya disarankan untuk menjaga jarak aman dengan Pejantan yang sedang beradu.

Baca Juga: Menipu Korbannya dengan Mengaku Sebagai Ajudan Presiden Soekarno Kakek Ini Diringkus Polisi

Hal ini mengantisipasi serangan mendadak binatang tersebut.

Saat musim kawin tiba, pejantan yang keluar jadi pemenang biasanya mendekati komodo betina dengan menjulurkan lidah memberi isyarat untuk betina yang akan dikawini.

Jika betina memberi sinyal, maka perkawinan pun dimulai.

Selama perkawinan berlangsung, komodo jantan akan menggosokkan dagu di tubuh komodo betina.

Setelah itu, mereka akan menyatukan alat reproduksi mereka.

Saat musim kawin, keberadaan Komodo di Zona yang biasa dikunjungi turis biasanya susah ditemukan.

Keberadaan mereka biasanya ditemukan di tempat yang jauh dari keramaian atau lalu lintas wisatawan.***

Editor: Silvester Yunani


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x