Kemenparekraf Bersama BPOLBF dan PHRI Bahas Rantai Pasok Industri Pariwisata Labuan Bajo

- 21 Januari 2022, 21:37 WIB
Suasana Rapat Kemenparekraf Bersama BPOLF dan PHRI
Suasana Rapat Kemenparekraf Bersama BPOLF dan PHRI /Dok. BPOLBF

LABUAN BAJO TERKINI- Dalam rangka mendukung penguatan rantai pasok industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Industri dan Investasi (Deputi 4) serta Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengadakan rapat hybrid (daring dan luring) membahas tentang strategi penguatan rantai pasok industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam rapat yang dilakukan secara luring di Sudamala Resort Komodo 19 Januari 2022, Deputi 4 dan BPOLBF juga menghadirkan Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Manggarai Barat untuk berdiskusi terkait rantai pasok Industri Pariwisata Labuan Bajo.

Kepala Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo, mengatakan, pengurus PHRI di Labuan Bajo dengan Kemenparekraf memiliki visi dan misi yang sama, yaitu membangun pariwisata di Labuan Bajo sehingga mampu memberikan keadilan pada semua sektor.

Baca Juga: Menparekraf: SDM Pariwisata Harus Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

"Tentunya kita berada dalam satu visi dan misi yang sama, membangun dan mengembangkan ekosistem pariwisata di Labuan Bajo pada khususnya dan Floratama pada umumnya. Sebagai salah satu pilar dari pariwisata berkelanjutan, UMKM lokal harus bisa ikut serta dalam rantai pasok industri pariwisata, "kata Fadjar.

Fadjar juga menambahkan, dalam pariwisata sudah tidak ada lagi kompetisi karena semua adalah pemenang, sehingga harus ada kolaborasi.

Ia juga mendorong agar 11 Kabupaten koordinatif BPOLBF harus mulai menempatkan keunggulan dari daerahnya, terutama keunggulan dari rantai pasok produksi seperti beras, telur, sayur ataupun yang lain sehingga nantinya produk tersebut bisa memenuhi pasar pariwisata dan dapat disalurkan ke hotel dan restoran.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina. Ia mengatakan bahwa diskusi tersebut bertujuan untuk mensukseskan berbagai peluang kolaborasi yang dapat dilakukan terutama untuk menguatkan rantai pasok pariwisata.

"Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk mensukseskan peluang kolaborasi dan kerjasama bersama PHRI mengingat hotel dan restoran adalah salah satu pasar besar dalam perputaran rantai pasok pariwisata dan industri ekonomi kreatif, "kata Shana.

Halaman:

Editor: Silvester Yunani


Tags

Terkait

Terkini

x