Ini Alasan Pemerintah Memilih Labuan Bajo Menjadi Tuan Rumah G20

22 Maret 2022, 10:31 WIB
Pemerintah memilih Labuan Bajo sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan side event G20. /Instagram/@meruorah.labuanbajo

LABUAN BAJO TERKINI - Pemerintah memilih Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan sampingan atau side event G20.

Pilihan tersebut, bukan tanpa alasan. Menurut Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Djatmiko Bris Witjaksono, Labuan Bajo dipilih menjadi tuan rumah perhelatan G20 karena memiliki banyak potensi dari berbagai aspek.

"Kita pilih Labuan Bajo itu karena memang potensinya luar biasa dari berbagai sisi. Mulai dari sisi ekonomi sekarang sudah mulai berkembang sebagai destinasi pariwisata, dan punya multiple effect untuk daerah sekitarnya," papar Djatmiko Bris Witjaksono, pada Forum Merdeka Barat, di Jakarta, Senin 21 Maret 2022.

Baca Juga: Keluarga Korban Polisikan Guru Terduga Pelaku Pencabulan Siswi SD di Elar Selatan

Ia menambahkan, Labuan Bajo memiliki potensi ekonomi, dengan destinasi pariwisata yang terus berkembang serta memiliki multiple effect bagi daerah di sekitarnya.

Indonesia, demikian Djatmiko Bris Witjaksono, akan memanfaatkan momentum pergelaran puncak yang akan dihadiri oleh para menteri dari kelompok kerja Trade, Invesment and Industry ini untuk mengeluarkan deklarasi bersama.

Hal ini disebutnya akan semakin melambungkan nama Labuan Bajo di dunia internasional.

Baca Juga: Tanggul Bendungan di Manggarai Barat Jebol, Ratusan Hektar Sawah Terancam Kekeringan

Rencananya, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), tak hanya dihadiri oleh para menteri TIIWG, namun juga tamu VVIP dan delegasi sejumlah lembaga internasional. Konferensi akan digelar di atas kapal.

"Rencananya di dalam pertemuan itu, kita akan membawa 30 tamu VVIP. Mereka adalah menteri dari negara besar semua, kemudian organisasi- organisasi internasional," ucapnya.

"Kita akan melakukan fullship program untuk pertemuan sesi formal atau sesi informal. Ini kalau kita bisa melakukannya, ini mungkin akan menjadi pertama dalam setiap tiga tahun pergelaran presidensi G20," imbuh Djatmiko Bris Witjaksono.

Baca Juga: Bagas Maulana - Muhammad Shohibul Fikri Juarai All England 2022

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan arahan Presiden Jokowi terkait presiden Indonesia G20 ini, pemerintah Indonesia akan fokus mendorong tiga hal yakni bagaimana membentuk arsitektur kesehatan global kokoh dan resilience.

Kemudian, Indonesia juga akan mendorong dan memperkuat aspek transformasi digital, serta yang terakhir mendorong upaya percepatan transisi energi.

Diketahui, side event Presidensi G20 di Labuan Bajo, telah diawali dengan pelaksanaan The 2nd Asia International Water Week (AIWW), 14 - 16 Maret 2022 lalu.

The 2nd AIWW, merupakan kerja sama antara Kementerian PUPR dengan Asia Water Council (AWC). Konferensi AIWW diadakan untuk mengatasi urgensi pemecahan masalah air, mencari peluang potensial proyek air, memperkuat kemitraan publik-swasta serta mempercepat aksi air secara global.***

Editor: Marianus Susanto Edison

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Terpopuler