Berbatasan dengan Australia dan Timor Leste, Gubernur NTT Usulkan Zona Perdagangan Bebas

- 30 Maret 2022, 15:25 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat menerima kunjungan kerja Komite I DPD RI dan berdialog bersama Forkopimda NTT dan kalangan akademisi, 28 Maret 2022.
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat menerima kunjungan kerja Komite I DPD RI dan berdialog bersama Forkopimda NTT dan kalangan akademisi, 28 Maret 2022. /Instagram/@viktorbungtilulaiskodat

LABUAN BAJO TERKINI - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste. Hal ini tentu menjadi potensi besar bagi NTT.

Atas dasar itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengusulkan pengembangan zona perdagangan bebas atau free trade zone di kawasan perbatasan Indonesia - Timor Leste dan Indonesia - Australia.

"Sebagai provinsi yang memiliki daerah perbatasan, tentu ini akan memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan," kata Viktor Bungtilu Laiskodat, melalui keterangan resmi yang diterima, Rabu 30 Maret 2022.

Baca Juga: Viral Video Pegawai Dinas Perhubungan di Labuan Bajo Dikeroyok Para Pengguna Pasar Hingga Berdarah

Usulan pengembangan zona perdagangan bebas ini bahkan telah disampaikan Viktor Bungtilu Laiskodat saat menerima kunjungan kerja Komite I DPD RI, yang dipimpin oleh Senator asal Papua Filep Wamafma ketika berdiskusi tentang UU Nomor 43 Tahun 2008 Tentang Wilayah Negara.

Menurut dia, rumusan tentang wilayah perbatasan darat dengan Timor Leste sudah ada kesepakatan. Namun tantangan terbesar saat ini adalah belum adanya rumusan batas laut yang jelas antara Indonesia dengan Timor Leste dan Australia.

"Karena itu, perlu ada kesepakatan tiga negara ini (Indonesia - Timor Leste - Australia) untuk membahas soal hal tersebut," tutur mantan anggota DPR itu.

Baca Juga: Netizen Heboh Harga Pertamax Naik Rp16. 000 Per Liter, Ternyata Ini Penyebabnya

Ia menambahkan, batas negara khususnya dengan Timor Leste hanya terkait batas politik dan kedaulatan, bukan batas budaya, sosial, ekonomi.

Karena itu, yang perlu dibangun bukan hanya aspek politiknya tapi juga sosial budaya, ekonomi dan perdagangannya.

Halaman:

Editor: Marianus Susanto Edison

Sumber: Antara


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x