Peringatan Dini Untuk NTT, Hari Ini Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang dan Petir

- 27 Februari 2022, 00:45 WIB
Ilustrasi Badai dan Petir
Ilustrasi Badai dan Petir /Labuan Bajo Terkini/pixabay

LABUAN BAJO TERKINI- Hasil analisa dinamika atmosfer oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kupang menunjukan, siklon tropis di sebelah Barat laut Australia akan menimbulkan hujan disertai angin kencang melanda wilayah di NTT.

Atas hasil analisa ini, BMKG mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat NTT agar tetap waspada menghadapi cuaca buruk yang diprediksi akan terjadi pada hari ini Minggu 27 Februari 2022.

Baca Juga: Pasca Banjir Reok, Pemkab Manggarai Langsung Turunkan Bantuan Darurat

Dikutip Labuan Bajo Terkini dari OkeNtt, kondisi atmosfer saat ini juga berpotensi meningkatkan fenomena gelombang atmosfer serta dengan didukung kelembapan udara basah di setiap lapisan atmosfer dan suhu di sekitar yang hangat, maka BMKG memprediksi akan ada pergerakan Siklon Tropis Anika yang bergerak ke arah selatan dan tenggara.

Menurut BMKG, keberadaan siklon tropis ini dapat memengaruhi pola cuaca di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur karena kecepatan angin akan meningkat dan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi secara sporadis disertai petir akan terjadi di sejumlah daerah di NTT.

Baca Juga: Banjir di Reok, 57 Rumah Terendam, 1 Rumah Hanyut

BMKG dalam rilisnya juga menerangkan, daerah-daerah yang perlu waspada terhadap hujan dengan intensitas lebat yang disertai petir dan angin kencang adalah  seluruh daerah di Manggarai, Ngada, Flores Timur, Lembata, Alor, serta seluruh daerah di  Pulau Timor, Sabu dan Rote.

Sementara daerah Nagekeo, Ende, Sikka dan semua wilayah di dataran Pulau Sumba diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Dalam keterangan pers tertulisnya, BMKG Kupang mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah yang berpotensi terdampak Siklon Tropis Anika supaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrim yang bisa menyebabkan bencana hidrometeorologi.

Halaman:

Editor: Silvester Yunani

Sumber: BMKG


Tags

Terkait

Terkini

x