Rakorda Forkoma PMKRI NTT Rekomendasikan Pembentukan Badan Usaha

- 12 Desember 2021, 20:37 WIB
Anggota DPD RI Angelo Wake Kako, saat berdialog dengan peserta Rakorda Forkoma PMKRI NTT.
Anggota DPD RI Angelo Wake Kako, saat berdialog dengan peserta Rakorda Forkoma PMKRI NTT. /Labuan Bajo Terkini/Marianus Susanto Edison

LABUAN BAJO TERKINI - Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI) NTT ditutup secara resmi, Minggu 12 Desember 2021.

Salah satu rekomendasi penting forum Rakorda perdana ini adalah pembentukan Badan Usaha Milik Forkoma (BUMF).

Pembentukan badan usaha ini muncul dari gagasan anggota Dewan Penasehat DPD Forkoma PMKRI NTT, Angelo Wake Kako, saat berdialog dengan peserta Rakorda.

Menurut mantan Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI ini, alumni PMKRI harus mulai melakukan aksi nyata menjalankan usaha ekonomi kreatif yang dikelola secara bersama-sama.

Baca Juga: Atalia Praratya Kamil Bantah Sengaja Menutupi Kasus Predator Seks di Cibiru

"Harus ada semacam Badan Usaha Milik Forkoma. Nantinya badan usaha ini dikelola secara profesional," kata Angelo Wake Kako, yang juga anggota DPD RI ini.

Gagasan ini disambut positif forum Rakorda, yang sekaligus mempercayakan Angelo Wake Kako untuk mengkoordinir proses pembentukan Badan Usaha Milik Forkoma ini.

Rekomendasi lain dalam Rakorda Forkoma PMKRI NTT kali ini adalah pembentukan Toko Online Forkoma, yang akan berfungsi memasarkan produk usaha ekonomi kreatif anggota Forkoma PMKRI NTT.

Baca Juga: Baru Dua Bulan Diresmikan Presiden Jokowi, Proyek KSPN Senilai Rp24 M di Labuan Bajo Mulai Rusak

Sebelumnya Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Forkoma PMKRI, Hermawi Taslim, saat berdialog dengan peserta Rakorda Forkoma PMKRI NTT, juga mendorong agar ada hal konkret yang disepakati bersama dalam forum tersebut.

Halaman:

Editor: Marianus Susanto Edison


Tags

Terkait

Terkini

x