Makna Kamis Putih, Pemimpin Melayani Bukan Dilayani

- 1 April 2021, 10:09 WIB
Lukisa Da Vinci Peristiwa Perjamuan Terakhir/Vatican News
Lukisa Da Vinci Peristiwa Perjamuan Terakhir/Vatican News /

LABUAN BAJO TERKINI- Hari ini 1 April 2021, umat Katolik seluruh dunia mulai memasuki Tri hari suci perayaan paskah tahun ini.

Rangkaian perayaan paskah sebenarnya telah dimulai pada perayaan rabu abu beberapa minggu lalu yang menandai masa pra paskah dimulai.

Salah satu momen penting yang menjadi khas dalam perayaan Kamis Putih adalh peristiwa Yesus membasuh kaki 12 orang muridnya sebelum Ia dijatuhi hukuman mati.

Baca Juga: Keamanannya Terganggu, Anggota DPRD Manggarai Bawa Parang di Gedung Dewan

Dirangkum dari berbagai sumber, peristiwa pada Kamis Putih adalah momen dimana Yesus melakukan Perjamuan Kudus.

Pada momen Perjamuan kudus, Yesus memotong tubuh-Nya dan mengambil darah-Nya. Tubuh-Nya tersebut dipotong-potong dan menjadi roti.

Darahnya tersebut dijadikannya sebagai anggur. Inilah yang disebut dengan Trans-substansiasi. Banyak yang mengira kalau apa yang diberikan oleh Yesus bukanlah tubuh dan darah-Nya, melainkan itu hanya metafora saja. Ada juga yang mengira bahwa itu adalah praktek kanibalisme. 

Namun, tentang metafora dan kanibalisme itu bukanlah hal yang kurang tepat karena Yesus benar-benar memberikan daging dan darah-Nya untuk dimakan dan diminum. Daging itu berubah menjadi roti dan darah tersebut berubah menjadi anggur.

Baca Juga: Pelaku Penyerangan Mabes Polri Kantongi Identitas PERBANKIN, Ini Penjelasan Bamsoet

Momen perjamuan Kudus itu tertulis dalam Injil Yohanes 6;51. Disana tertulis "Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” 

Halaman:

Editor: Silvester Yunani


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X