Politician Academy Sebut Lima Alasan Mayoritas Petahana di NTT Tumbang

- 25 November 2021, 07:04 WIB
Bonggas Adhi Chandra, pendiri Lembaga Konsultan Politik Nasional Politician Academy, saat memaparkan materi dalam Diskusi Politik Politician Academy di Hall Spring Hill Ruteng, Kamis 24 November 2021.
Bonggas Adhi Chandra, pendiri Lembaga Konsultan Politik Nasional Politician Academy, saat memaparkan materi dalam Diskusi Politik Politician Academy di Hall Spring Hill Ruteng, Kamis 24 November 2021. /Labuan Bajo Terkini/ Marianus Susanto Edison

LABUAN BAJO TERKINI - Banyaknya petahana tumbang dalam kontestasi politik di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi fenomena tersendiri. Bahkan dalam catatan Politician Academy, NTT berada di urutan teratas dalam urusan petahana tumbang.

Tak hanya di ajang Pemilu Legislatif (Pileg), di pentas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pun mayoritas petahana di Bumi Flobamora itu gagal mempertahankan kekuasaan.

Fenomena ini dikupas khusus oleh Bonggas Adhi Chandra, pendiri Lembaga Konsultan Politik Nasional Politician Academy, saat tampil sebagai narasumber dalam Diskusi Politik Politician Academy di Hall Spring Hill Ruteng, Kamis 24 November 2021.

Baca Juga: Politician Academy Perkuat Literasi Politik untuk Mencetak Pemimpin Berkualitas

Menurut dia, pada Pileg 2019, hanya 25 orang dari total 65 anggota DPRD Provinsi NTT yang sukses mempertahankan kursinya.

"Kondisi tak jauh berbeda di DPRD Kabupaten/ Kota di NTT. Dimana persentase kemenangan legislator petahana rata-rata 45 persen, dengan paling kecil di Kabupaten Ende dan Malaka 36 persen serta tertinggi di Kabupaten Kupang 70 persen," urai Bonggas Adhi Chandra.

Untuk Pilkada, ia menyebut, pada Pilkada Serentak 2017 dari total 3 Pilkada, semuanya dimenangkan oleh petahana.

Baca Juga: Ketua Umum Asparnas: Labuan Bajo Bisa Nyalip Bali, Ini Syaratnya

Selanjutnya pada Pilkada Serentak 2018, dari total 10 Pilkada dan 10 petahana ikut bertarung, hanya dua petahana yang memenangkan pertarungan.

"Adapun pada Pilkada 2020, dari total 9 Pilkada dengan 8 petahana yang bertarung, 7 di antaranya yang tumbang. Hanya di Sabu Raijua yang petahananya menang, itu pun setelah pemungutan suara ulang," ujar lulusan Magister (S2) Uppsala University, Swedia, ini.

Halaman:

Editor: Marianus Susanto Edison


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X