Kalbar jadi Daerah dengan Kasus Kahutla Terbanyak 2021

- 22 Februari 2021, 21:01 WIB
Mahfud MD/PIKIRAN RAKYAT /

LABUAN  BAJO TERKINI- Provinsi Kalimantan Barat Menjadi daerah dengan catatan kasus kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) terbanyak sepanjang tahun 2021.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2021 di Istana Jakarta, Senin 22 Februari 2021.

"Beberapa wilayah masih tetap terjadi karhutla. Misalnya di Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, NTT dan Papua,"kata Mahfud MD dalam rapat tersebut.

Adapun kejadian karhutlan, kata Mahfud terjadi diawal 2021 pada bulan Januari hingga bulan Februari ini. Dari data karhutla yang tersebar di beberapa wilayah, Kalimantan Barat tercatat sebagai daerah dengan Karhutla terbanyak yaitu 52 kasus.

Selain Kalimantan Barat, kasus Karhutla terbanyak juga terjadi di Provinsi Riau dengan kasus sebanyak 29, setelah Riau, ada juga Provinsi Sulawesi Tenggara dengan 20 kejadian serta Kalimantan Tengah sebanyak 12 kejadian.

Adapun Aceh dilaporkan terdapat 3 kejadian Karhutla dan Papua sebanyak satu kejadian.

Lebih lanjut Mahfud menjelaskan, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kondisi La Nina di Indonesia diperkirakan terjadi secara moderat. Artinya, seluruh wilayah Indonesia diperkirakan masih berpotensi mendapatkan curah hujan dengan kategori menengah tinggi pada Maret dan April 2021.

Adapun pada Juni sampai Agustus 2021 sebagian besar wilayah Indonesia seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan dan Papua Selatan mendapatkan curah hujan dengan kategori menengah-rendah. Sementara itu, pada Agustus sampai September 2021 sebagian wilayah Indonesia di selatan garis khatulistiwa seperti Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Sulawesi Selatan dan Papua Selatan diperkirakan mendapatkan curah hujan kategori menengah rendah.

Lebih lanjut Mahfud menjelaskan, berdasarkan prediksi dari BMKG, maka daerah-daerah tersebut menjadi fokus perhatian kedepan.

"Wilayah-wilayah tersebut perlu mendapat atensi lebih di samping provinsi-provinsi yang secara historis memang rawan karhutla, " jelas Mahfud.***

 

Halaman:

Editor: Silvester Yunani


Tags

Komentar

Terkini

X