Peralihan Pandemi Covid-19 ke Endemi, UMKM Butuh Strategi Baru

- 20 Mei 2022, 11:12 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. /Instagram/@tetenmasduki_

LABUAN BAJO TERKINI - Tahun 2022 diklaim menjadi momentum tepat bagi usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Indonesia untuk bangkit dari pandemi Covid-19.

Sebab ketika libur Lebaran lalu, geliat ekonomi berangsur membaik karena sentra ekonomi dan destinasi wisata mulai beroperasi normal.

Meski begitu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengingatkan sektor UMKM membutuhkan skema, kebiasaan, serta strategi baru seiring peralihan pandemi Covid-19 ke endemi.

Baca Juga: Bupati Manggarai Barat Instruksikan Pembentukan Panitia Pilkades Paling Lambat 5 Juni

“Ditambah pelonggaran kebijakan dari pemerintah terkait protokol kesehatan, diharapkan semakin mendorong Koperasi dan UMKM untuk berkembang secara kreatif, inovatif, dan berkelanjutan,” kata Teten Masduki, dalam sebuah acara di Yogyakarta, lewat keterangan resmi, Jakarta, Kamis 19 Mei 2022.

Ia lalu mencontohkan salah satu bentuk inovasi UMKM di Yogyakarta, yakni menjadikan cerutu asli kota tersebut sebagai alternatif produk khas atau oleh-oleh sebagaimana bakpia dan batik.

"Setiap ke Yogyakarta, saya menemukan sesuatu yang membuat saya bisa kembali ke Yogyakarta. Produk heritage cerutu yang saya kunjungi semalam itu di Taru Martani 1918. Menghisap cerutu itu mengasyikkan, (punya) nuansa sejarah yang kuat karena Indonesia punya sejarah panjang soal tembakau," ucapnya.

Baca Juga: Gilang Ramadhan: Musik Tradisional Harus Dijaga

Sebagai bahan baku utama, tembakau dianggap sebagai salah satu produk Indonesia yang kuat di pasar global. Menurut Teten Masduki, tembakau asal Tanah Air mampu menjadi captive market yang dapat dikembangkan.

Namun, lanjut dia, beberapa kendala seperti perihal rantai pasok harus bisa dibenahi lewat koperasi tembakau berbasis petani.

Halaman:

Editor: Marianus Susanto Edison

Sumber: Antara


Tags

Terkait

Terkini

x