Ini Tujuh Rekomendasi Agenda Bali untuk Resiliensi Berkelanjutan

- 28 Mei 2022, 11:55 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, saat memaparkan tujuh rekomendasi Agenda Bali untuk Resiliensi Berkelanjutan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, saat memaparkan tujuh rekomendasi Agenda Bali untuk Resiliensi Berkelanjutan. /HO-BNPB

LABUAN BAJO TERKINI – Indonesia berkesempatan menyampaikan tujuh rekomendasi Agenda Bali untuk Resiliensi Berkelanjutan pada acara penutupan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7.

Rekomendasi tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, di Bali Nusa Dua Convention Centre, Bali, Jumat 27 Mei 2022.

Berikut tujuh rekomendasi Agenda Bali untuk Resiliensi Berkelanjutan. Pertama, pengurangan risiko bencana perlu diintegrasikan pada kebijakan-kebijakan utama pembangunan dan pembiayaan, legislasi, dan rencana pencapaian Agenda 2030.

Baca Juga: Laksmi Shari Terpilih Sebagai Puteri Indonesia 2022

Menurut Suharyanto, Platform Global menyerukan transformasi mekanisme tata kelola risiko untuk memastikan pengelolaan risiko merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor, sistem, skala, dan
batas.

“Sejumlah contoh menunjukkan bahwa bekerja secara horizontal dan vertikal dapat membantu pemerintah untuk memecahkan masalah kesenjangan kelembagaan dan ego sektoral," tutur Suharyanto.

Kedua, hanya dengan perubahan sistemik masyarakat dunia dapat memperhitungkan kerugian yang sesungguhnya dari bencana dan kerugian dari ketiadaan aksi, serta membandingkannya dengan investasi dalam pengurangan risiko bencana.

Baca Juga: Perang di Ukraina Bisa Picu Resesi Global

“Contoh baik dari komitmen politik yang ditunjukkan dalam bentuk target anggaran yang disahkan dan mekanisme pelacakan untuk pengurangan risiko bencana bermunculan, yang harus dipromosikan dan direplikasi,” ujar Suharyanto, yang juga Ketua I Panitia Nasional GPDRR.

Ia menambahkan, strategi pembiayaan pengurangan risiko bencana dapat mengarahkan dan memprioritaskan investasi dan harus dimasukkan dalam kerangka pembiayaan nasional yang terintegrasi.

Halaman:

Editor: Marianus Susanto Edison


Tags

Terkait

Terkini

x